Pendaftaran pasien rumah sakit sering menjadi titik antrean paling panjang, padahal data yang dimasukkan di loket menentukan seluruh perjalanan pasien berikutnya, mulai dari rekam medis sampai penagihan. Petugas harus mengetik nama, NIK, tanggal lahir, dan alamat dari KTP satu per satu, sementara pasien yang sedang sakit menunggu. Dengan OCR KTP dan scanner dokumen, pendaftaran pasien rumah sakit bisa berjalan jauh lebih cepat dan lebih akurat.

Foto: Pavel Danilyuk / Pexels
Mengapa Pendaftaran Pasien Rumah Sakit Perlu Diotomatisasi
Salah ketik satu digit NIK atau satu huruf pada nama dapat menimbulkan data ganda di rekam medis, atau sebaliknya, riwayat pasien tidak ditemukan saat dibutuhkan. Di sisi lain, jumlah pasien yang datang pada jam sibuk tidak bisa ditunda. Otomatisasi pada tahap pendaftaran pasien rumah sakit mengurangi beban petugas loket sekaligus memperbaiki kualitas data sejak langkah pertama.
5 Cara Mempercepat Pendaftaran Pasien Rumah Sakit
1. Membaca KTP dengan OCR
Sinosecu Indonesia ID Recognition membaca seluruh field KTP, termasuk NIK, nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir. Menurut spesifikasi resmi, satu gambar dapat dikenali dalam waktu kurang dari satu detik, sehingga formulir pasien terisi hampir seketika.
2. Memakai scanner dokumen di loket
Scanner flatbed format A6 seperti Sinosecu AVA6 Plus2 dirancang untuk mengumpulkan hingga 1.000 dokumen per hari, dengan kecepatan sekitar 3 detik per lembar pada seri B660+. Petugas cukup meletakkan KTP, memindai, lalu data dan foto identitas tersimpan.
3. Melayani pasien asing dengan pembaca paspor
Rumah sakit yang menerima pasien mancanegara dapat memakai pembaca paspor yang mengenali lebih dari 80 jenis dokumen dan paspor dari lebih dari 200 negara. Satu loket dapat melayani pasien WNI dan WNA tanpa perangkat berbeda.

Foto: Pavel Danilyuk / Pexels
4. Terhubung langsung ke SIMRS
Hasil pengenalan dikembalikan dalam format JSON atau XML melalui SDK untuk Windows, Linux, serta Android dan iOS. Format ini memudahkan integrasi ke Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, sehingga data tidak perlu dimasukkan dua kali.
5. Mengurangi data pasien ganda
Data yang dibaca dari dokumen lebih konsisten dibanding data yang diketik. Konsistensi ini membantu pencarian pasien lama dan mengurangi pembuatan nomor rekam medis baru yang tidak perlu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Rumah Sakit
- Pelindungan data pribadi: data kesehatan termasuk data pribadi yang bersifat spesifik dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, sehingga penyimpanan dan akses harus ketat.
- Kesesuaian dengan kebijakan Kementerian Kesehatan: ikuti ketentuan terbaru di situs Kemenkes terkait rekam medis elektronik.
- Pelatihan petugas: pastikan seluruh petugas loket, termasuk shift malam, terbiasa memakai perangkat.
- Jalur cadangan: siapkan prosedur manual untuk saat perangkat bermasalah.
- Uji dengan dokumen nyata: coba KTP yang aus, laminasi mengilap, atau foto tidak jelas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah OCR KTP menggantikan petugas pendaftaran?
Tidak. Perangkat menghilangkan pekerjaan mengetik, sedangkan petugas tetap membantu pasien, mengonfirmasi data, dan menangani kasus khusus.
Apakah bisa berjalan tanpa internet?
Pengenalan KTP dapat dilakukan secara offline, sehingga loket tetap berfungsi bila koneksi terganggu.
Apakah cocok untuk rumah sakit kecil dan klinik?
Cocok. Fasilitas dengan petugas terbatas justru banyak terbantu oleh pembacaan dokumen otomatis.
Percepat Loket Pendaftaran Anda
Mulailah dengan satu loket percontohan untuk mengukur waktu layanan sebelum dan sesudah. Pelajari fitur pengenalan KTP di halaman resmi Sinosecu Indonesia ID Card, lalu hubungi tim Collie untuk mendiskusikan pendaftaran pasien rumah sakit di fasilitas Anda.



